Asslamualaikum Wr. Wb.,
Ikhwah fillah, kali ini penulis aka
membahas mengenai hijaukan indonesia hijaukan dunia sebuah resolusi hijau
di tahun 2015 ini. Tujuan dari artikel kali ini adalah untuk mempublikasikan
resolusi yang telah saya persiapkan untuk indonesia yang lebih baik, khususnya
dalam bidang konservasi alam. Dan mudah-mudahan bisa kita realiasasikan ditahun
ini bersama-sama, terutama bagi pelajar indonesia yang peduli terhadap
lingkungan sekitar. Karena semua resolusi ini,ingin penulis terapkan di
berbagai tempat dengan seluruh komponen masyarakat berpartisipasi dalam
penghijauan dunia ini.
Mungkin ada beberapa pertanyaan yang
akan terajukan kepada penulis,seperti:
1.
Kenapa tema-nya harus resolusi hijau
2015 ?
2.
Memangnya indonesia yang sekarang
ini sudah tidak hijau ya?
3.
Bagaimana cara kita menghijaukan
kembali negara ini?
4.
Siapa saja yang akan berperan dalam
proses penghijauan ini?
Pada postingan ini, para pembaca
akan mendapatkan jawaban dari setiap pertanyaan diatas. Namun sebelumnya saya
ingin meluruskan apa makna “hijau” dalam setiap kata diatas, maksud hijau
disini adalah banyaknya pohon di wilayah manapun yang tumbuh dengan jumlah yang
cukup banyak, menjadi tempat yang nikmat untuk berteduh dengan udara yang masih
segar & membuat nyaman mahluk hidup lainnya bahkan memberikan manfaat.
Salah satu contoh tempat hijau itu adalah hutan, yang menjadi salah satu sumber
penghasilan masyarakat, udara-nya pun sangat segar sehingga membuat siapapun
menjadi nyaman ketika tinggal di wilayah hutan tersebut dan bahkan hutan itu
merupakan paru-paru dunia. Wajar saja banyak yang ingin melakukan perkemahan di
hutan,untuk melepas rasa jenuh karena
wilayahnya yang nyaman dan masil natural.
Tahukah anda? Akhir-akhir ini banyak
kita jumpai para penebang liar yang menebang pohon sembarangan dan membiarkan
hutan tersebut gundul. Pada akhirnya terjadi longsor, banjir, dan udara menjadi
panas dimana-mana.
Indonesia merupakan negara yang
sangat subur, apalagi jika masyarakat bisa mengelola tanah-tanah yang ada di
wilayah indonesia ini menjadi lebih produktif, sehingga bisa menghasilkan
banyak manfaat, “bukan dengan cara menjual tanah indonesia, akan tetapi
menjadikan tanah indonesia ini sebagai ladang pertanian (contohnya) dan
menjadikan hasil pertanian tersebut sebagai penghasilan tambahan”. Contoh
penjualannya bisa berupa buah,biji bahkan getahnya. Akan tetapi yang paling
penting adalah manfaat yang dihasilkan oleh tumbuhan yaitu menjadikan udara
tetap bersih dan segar dari hasil fotosintesisnya. Sebaliknya, jika hutan
dirusak maka akan mengakibatkan produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang,
dan konsentrasi karbondioksida semakin bertambah, sehingga suhu bumi juga akan semakin panas.
Setelah hutan kita menjadi gundul,
apakah hati kita tak tergerak untuk kembali menghijaukan hutan kita ini?
Yuk kita baca dan pahami apa yang
dikutip dalam website The Nature Conservancy Program Indonesia:
“kita tak perlu menjadi seorang professor,ahli,
ataupun sarjana di bidang pertanian untuk kembali menghijaukan indonesia”
Akan tetapi hijaukanlah wilayah yang ada
disekitar kita. Siapapun kita, hijaukanlah! Karena perubahan itu terjadi dari
hal yang kecil dan lama kelamaan akan terjadi perubahan yang besar.
Sebenarnya banyak sekali cara kita
untuk mengatasi hutan gundul tersebut, namun kita sebagai pelajar,cukup sulit
untuk menghijaukan kembali hutan. Karena cakupannya cukup luas, akan tetapi
kita sebagai pelajar tak akan kalah dari program-programnya kementrian
kehutanan, organisasi masyarakat dan lembaga-lembaga lainnya. Kita juga sebagai pelajar bergabung dengan
organisasi yang mencintai alam di sekolah kita, namanya “wanapa”. Sejak 2 tahun
terakhir, kita sudah memulai program penghijauan di area sekolah. Karena di
sekolah kita ini baru dibangun, sehingga masih jarang adanya tumbuhan yang
tumbuh rindang. Dampaknya ya udara di sekolah kita ini agak panas, akan tetapi
setelah 1tahun efek dari pohon itu bisa dirasakan. Udara sekolah pun menjadi
sejuk dan suasana lingkungan sekolah pun menjadi nyaman untuk proses
pembelajaran.
(sumber: dokumen wanapa-smkn rajapolah, 2013)
(sumber: dokumen pribadi-smkn rajapolah, 2015)
Bagusnya di sekolah kami, gurunya
pun ikut berpartisipasi. Seperti; kesiswaan, pembina wanapa, dan guru lainnya.
Sehingga siswa pun lebih bersemangat saat bekerja menanam pohon. Kita harap
lembaga-lembaga,organisasi, ataupun pemerintah yang peduli terhadap alam masih
tetap bersemangat untuk menghijaukan kembali indonesia. Meskipun kami hanya membantu
dari wilayah yang kecil. Namun,jika saja semua orang sadar,pasti akan lebih
mudah untuk menghijaukan indonesia.
“sesungguhnya alloh s.w.t tidak akan
mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada
pada diri mereka”(ar-ra’d : 11)
Ini dia resolusi saya di tahun 2015
ini, sebagai seorang pelajar:
1.
Menanam 1000 pohon di area sekolah.
Karena
masih memungkinkan untuk terus menanam pohon, terlebih area sekolah kita ini
sangat luas, meskipun efek baiknya tak bisa kita rasakan sekarang, namun nanti
bisa dirasakan oleh anak-cucu kita kelak.
2.
Penggalangan dana.
Ini
bisa meringankan beban sekolah dalam pembelian pohon untuk ditanam, kita bisa
menggalang dana dari setiap siswa. Karena siswa di sekolah kami mencapai 5000
siswa lebih, jika saja 1orang memberi infaq rp. 2.000,00 untuk kepedulian
terhadap alam. Maka kita bisa menghasilkan uang sebesar rp. 1.000.000,00 untuk
membeli tanaman dan ditanam bersama-sama di area sekolah yang masih gersang.
3.
Menanam sayuran, buah-buahan, dan
tumbuhan obat.
Halaman
rumah saya cukup luas untuk menanam beberapa jenis tumbuhan yang ukurannya
kecil, hal ini sangat bermanfaat. Selain menjadikan udara di wilayah rumah
menjadi lebih sejuk, tapi juga menghasilkan makanan & obat-obatan yang bisa
bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Contohnya
: mangga, jambu, ubi, tomat, bawang, cabai, pohon betadine, dll.
4.
Mengikuti kegiatan aksi penghijauan.
Biasanya
ada pemerintah daerah, lembaga, ataupun organisasi yang mengadakan aksi
penanaman pohon, bersamaan dengan agenda jalan sehat atau yang lainnya.
Sehingga kita juga bisa ikut berpartisipasi untuk proses penghijauan indonesia
ini.
5.
Mensosialiasikan pentingnya
mengelola tumbuhan.
Kita
tidak bisa jika ingin menjadikan indonesia ini sebagai negara yang hijau dengan
hanya seorang diri saja, akan tetapi seluruh pihak harus ikut berpartisipasi.
Untuk lebih memudahkan dan mempercepat penghijauan.
Contoh
yang bisa penulis lakukan : mensosialisasikan kepada keluarga, adik kelas di
organisasi, dan bahkan kepada sahabat kita sendiri.
Untuk
resolusi hijau di daerah hutan yang cakupan wilayahnya cukup besar, kita
harapkan pemerintah, komunitas,lembaga dan organisas-organisasi yang mencintai
alam ini tetap bekerja dengan baik, seperti halnya yang dilakukan oleh The Nature Conservancy Program Indonesia .
Mudah-mudahan negara ini cepat
kembali hijau seperti dahulu,dan saya minta bantuannya kepada para pembaca
untuk tetap menjaga dunia ini. Karena anak cucu kita juga ingin merasakan
nikmatnya alam yang sejuk tanpa banyak polusi.
Cukup sekian postingan kali ini,
mudah-mudahan para pembaca bisa mengambil manfaatnya.
Sumber tambahan :
https://noerdblog.wordpress.com/2012/01/04/asal-mula-pemanasan-global/
Wassalamualaikum wr. Wb..






