BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tiga abad sebelum sekarang, masing-masing ditandai dengan dominasi yang berbeda. Abad ke 18 didominasi oleh perkembangan sistem mekanik yang mengiringi revolusi industri. Abad ke 19 merupakan zaman mesin uap. Abad ke 20, teknologi radio, tv, dan komputer memegang peranan untuk pengumpulan, pengolahan, dan media distribusi informasi. Abad ke 21 ini, dimana teknologi jaringan komputer global mampu menjangkau seluruh wilayah dunia, pengembangan sistem dan teknologi, penyebaran informasi melaului internet, peluncuran satelit komunikasi, menandai awal abad millenium.
Perkembangan teknologi komputer dewasa ini berlangsung semakin cepat, canggih dan berkemampuan tinggi. Jaringan komputer merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat dielakkan lagi. Secara umum, jaringan komputer adalah beberapa komputer yang saling berhubungan dan melakukan komunikasi satu dengan yang lain menggunakan perangkat keras jaringan.
Komputer yang berada dalam suatu jaringan dapat melakukan tukar menukar informasi/data dengan komputer yang lain yang berada dalam jaringan tersebut. Pengguna suatu komputer dapat melihat dan mengakses data pada komputer lain dalam jaringan apabila file tersebut di share.
Dengan terus berkembangnya jaringan komputer, baik dari segi skalabilitas, teknologi, perangkat keras yang di pakai, dan servis lainnya, jaringan komputer membawa banyak dampak positif bagi perkembangan umat manusia.
1.2 Tujuan
1. Memenuhi tugas produktif TKJ
2. Menambah wawasan tentang jaringan computer
3. Mengetahui cara kerja jaringan computer
4. Mengetahui unsur-unsur dalam jaringan computer
1.3 Manfaat
1. Siswa dapat mengetahui topologi jaringan yang ada di sekolahnya
2. Siswa dapat membangun topologi jaringan sesuai dengan keadaan di sekolahnya
3. Siswa dapat mengetahui kinerja jaringn yang ada di sekolahnya
1.4 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan jaringan komputer?
2. Apa saja jenis-jenis jaringan komputer?
3. Media apa saja yang dibutuhkan untuk membentuk jaringan?
4. Bagaimana cara menghubungkan komputer sehingga membentuk suatu jaringan?
1.5 Waktu Pelaksanaan
Tugas laporan produktif TKJ kami kerjakan sebagian di sekolah dan sebagian lagi di rumah karena banyaknya materi yang harus di masukan.
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan Komputer adalah sekelompok komputer otonom yang dihubungkan satu dengan lainnya dengan menggunakan protokol komunikasi melalui media transmisi atau media komunikasi sehingga dapat saling berbagi data-informasi, program-program, pengguna bersama perangkat keras seperti printer, hard disk, dan sebagainya.
Prinsip dasar dalam sistem jaringan ini adalah proses pengiriman data atau informasi dari pengirim ke penerima melalui suatu media komunikasi tertentu.
Tujuan dibangunnya suatu jaringan komputer adalah untuk membawa data informasi dari sisi pengirim menuju penerima secara cepat dan tepat tanpa adanya kesalahan melalui media transmisi atau media komunikasi tertentu.
Secara umum, jaringan komputer tentunya memiliki beberapa manfaat dibandingkan
dengan komputer yang berdiri sendiri. Diantaranya:
Berbagi (share) peralatan dan sumber daya
Berbagi sumber daya bertujuan agar seluruh program, peralatan, atau peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan tanpa terpengaruh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.
Integrasi data
Pembangunan jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada komputer pusat. Setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja, melainkan dapat didistribusikan ke tempat lainnya.
Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar pengguna, baik untuk teleconference maupun untuk mengirim pesan atau informasi yang penting lainya. Dengan demikian, orang-orang yang jaraknya berjauhan akan lebih mudah untuk bekerja sama.
Pengaturan keamanan data
Sistem jaringan komputer memberikan perlindungan terhadap data. Jaminan keamanan tersebut diberikan melalui pengaturan hak akses para pemakai dan password, serta perlindungan terhadap hard disk sehingga data mendapatkan perlindungan yang efektif.
Jenis-Jenis Jaringan Komputer
Jenis-jenis jaringan komputer berdasarkan Luas Area dibagi menjadi
Local Area Network (LAN),
Jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan, seperti sebuah kantor pada sebuah gedung, atau tiap-tiap ruangan pada sebuah sekolah. Biasanya jarak antarnode tidak jauh dari sekitar 200 m.
Metropolitan Area Network (MAN)
MAN pada dasarnya merupakan versi LAN yang lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN merupakan pilihan untuk membangun jaringan komputer antar kantor dalam suatu kota. Jaringan ini memiliki jarak dengan radius 10 – 50 km.
Wide Area Network
Wide Area Network adalah sebuah jaringan yang memiliki jarak yang sangat luas, karena radiusnya mencakup sebuah negara dan benua. Jaringan ini biasanya sudah menggunakan media wireless, sarana satelit, ataupun kabel serat optic. Contohnya jaringan komputer kantor city bank yang ada di Indonesia ataupun yang ada di negara lain, yang saling berhubungan.
Jenis-jenis jaringan komputer berdasarkan hubungan fungsional dibagi menjadi
Client-Server
Model ini yaitu dimana ada suatu unit komputer yang berfungsi sebagai server yang hanya memberikan layanan bagi komputer lain, dan client yang juga hanya meminta layanan dari server. Akses dilakukan secara transparan dari client dengan melakukan login terlebih dahulu ke server yang dituju.
Jenis layanan client-server antara lain:
File server
Print server
Database server
DIP (Document Information Processing)
Peer to peer (workgroup)
Peer to peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Untuk penggunaan khusus, seperti laboratorium komputer, riset, dan beberapa hal lain, maka model peer to peer ini bisa dikembangkan untuk koneksi lebih dari 10 hingga 100 komputer. Peer to peer bekerja sebagai client maupun server pada periode yang sama.
Hardware Jaringan
Didalam membentuk suatu jaringan, baik itu bersifat LAN, MAN, atau WAN, kita membutuhkan media baik hardware maupun software. Hardware maupun software yang sering digunakan adalah
Kabel
Kabel yang biasanya digunakan untuk suatu jaringan antara lain UTP (unshielded twisted pair), koaksial, dan serat optik.
Kabel Twisted Pair (UTP)
UTP cocok untuk jaringan dengan skala dari kecil hingga besar. Kabel ini umumnya lebih reliable dibandingkan dengan kabel koaksial. Hal ini dikarenakan Hub memiliki kemampuan dara error correction yang akan meningkatkan kecepatan transmisi.
Kabel koaksial
Media ini paling banyak digunakan sebagai media LAN, meski lebih mahal dan lebih sukar dibanding dengan UTP. Kabel ini memiliki bandwith yang lebar, oleh karena itu dapat digunakan untuk komunikasi broadband.
Serat Optik
Jaringan dengan media ini memiliki kehandalan yang sangat baik dan kecepatan yang sangat tinggi ( sekitar 100 Mbps). Keunggulan lainnya adalah bebas dari gangguan lingkungan.
Ethernet Card (kartu jaringan ethernet)
Cara kerjanya, dimana setiap node dalam suatu jaringan menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh suatu node yang lain.
Hub dan Switch
Hub adalah suatu perangkat yang memiliki banyak port. Sebuah perangkat yang menyatukan kabel-kabel network dari tiap workstation, server, atau perangkat lain. Pada jaringan yang umum, sebuah port akan menghubungkan hub dengan komputer Server. Hub hanya memungkinkan user untuk berbagi jalur yang sama. Pada jaringan tersebut, tiap user hanya akan mendapatkan kecepatan dari bandwith yang ada.
Repeater
Berguna untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel LAN lalu memancarkan kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel lain. Repeater hampir sama seperti Hub. Dengan repeater ini, jaringan dan sinyal akan semakin kuat, apalagi jika kabel yang digunakan adalah jenis koaksial.
Bridge
Gunanya sama seperti repeater tetapi lebih fleksibel dan lebih cerdas dari repeater. Berfungsi menghubungkan beberapa jaringan yang terpisah, untuk jaringan yang sama maupun berbeda. Bridge memetakan alamat jaringan dan hanya memperbolehkan lalu lintas data yang diperlukan. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, maka paket akan ditolak. Bridge juga dapat mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari suatu segmen
Router
Cara kerja router mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router adalah penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protokol tertentu. Router mampu mengirimkan data/informasi dari satu jaringan ke jaringan lain yang berbeda.
Access Point
Jalur access nirkabel (WirelessnAcess Point atau AP) adalah perangkat komunikasi nirkabel yang memungkinkan antar perangkat untuk terhubung ke jaringan nirkabel dengan menggunakan Wi-Fi , Bluetooth atau standar terkait. Wap biasanya terhubung ke jaringan nirkabel, dan dapat relay data antara perangkat nirkabel (seperti computer atau printer) dan kabel pada perangkat jaringan.
Server
Computer yang melayani semua computer atau terminal yang terhubung kepadanya. Aplikasi yang tersimpan di computer ini dan terminal computer lain terhubung, dapat mengaksesnya.
Topologi Jaringan
Pengertian Topologi Jaringan
Topologi jaringan adalah sebuah pola interkoneksi dari beberapa terminal komputer. Topologi jaringan merupakan representasi geometri dari hubungan antar perangkat (terminal komputer, repeaters, bridges) satu dengan lainnya (Green, 1985:22).
Topologi jaringan sendiri terbagi menjadi dua yaitu:
Physical. Merupakan gambaran fisik dari hubungan antara perangkat (komputer, server, hub, switch, dan kabel jaringan) yang membentuk suatu pola khusus
Logical. Merupakan gambaran bagaimana suatu perangkat dapatberkomunikasi dengan perangkat lainnya.
Topologi pohon
Topologi Tree adalah kombinasi karakteristik antara Topologi Star dan Topologi BUS. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke HUB, sedangkan HUB lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung.
Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer.
Karakteristik Topologi Tree
Karakteristik yang dimiliki topologi tree mirip dengan Topologi BUS dan Topologi Star. Begitu juga dengan peralatan, kabel, dan teknik pemasangan. Oleh sebab itu kita tidak akan membahasnya lebih detail. Apabila kabel penghubung antar-hub putus, maka jaringan star masih tetap dapat berfungsi, hanya saja hubungan dengan jaringan star yang lain akan terganggu.
Kelebihan Topologi Tree
Scalable, level-level dibawah level utama dapat menambahkan node baru dengan mudah.
Koneksi terjadi secara point to point.
Manajemen mudah karena mudah melakukan identifikasi dan isolasi kesalahan dalam jaringan.
Mudah di kembangkan.
Kekurangan Topologi Tree
Pada area yang luas sulit untuk melakukan perawatan jaringan.
Karena topologi ini adalah varian dari topologi BUS maka jika kabel backbone (kabel utama penyedia arus data) rusak maka seluruh jaringan akan down).
Dapat terjadi tabrakan file data (collision).
Lebih sulit untuk mengkonfigurasi dan memasang kabel dari pada topologi lain.
Jika salah satu node rusak, maka node yang berada di jenjang bagian bawahnya akan rusak.
Kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan.
Deteksi kerusakan dan kesalahan sangat kecil.
Kepadatan lalu lintas sangat tinggi.
Protokol Jaringan
Protokol jaringan adalah berbagai protokol yang terdapat dari lapisan teratas sampai terbawah yang ada dalam sederetan protokol. Dari sudut komunikasi data, ada beberapa protokol yang banyak digunakan pada jaringan komputer, yaitu:
TCP/IP (transmission control protocol/ internet protocol)
TCP/IP merupakan protokol standar pada jaringan internet yang tidak tergantung pada jenis komputer yang digunakan.
IPX/SPX (internet packet exchange/sequenced packet exchange)
IPX/SPX adalah protokol standar pada jaringan Novell Netware, untuk mengatasi masalah internet working pada jaringan PC.
Apple Talk adalah protokol suite yang dikembangkan oleh Apple.inc untuk komputer jaringan NETBIOS adalah program yang mengizinkan aplikasi pada komputer yang berbeda untuk berkomunikasi dalam LAN.
IP Address
IP Address adalah sebuah alamat pada komputer agar komputer bisa saling terhubung dengan komputer lain, IP Address terdiri dari 4 Blok, setiap Blok di isi oleh angka 0 - 255. Contoh IP Address seperti 192.168.100.1 , 10.57.38.223 , ini adalah IPv4.
IP Address Memiliki 2 bagian, yaitu Network ID dan Host ID , contoh 192.168.100.1 , secara default Net ID nya adalah 192.168.100 dan Host ID nya adalah 1, agar komputer bisa saling terhubung , IP yang digunakan Net ID nya harus sama, dan Host ID nya harus berbeda.
Agar mudah ngerti, Net ID adalah nama jalan dan Host ID adalah nomor Rumah, jadi Jln. Diponegoro No 3 , jika nama jalan dari beberapa orang sama, maka nomor rumah mereka tidak mungkin sama.
Kelas IP Address
KELAS A , pada kelas A 8 bit pertama adalah network Id, dan 24 bit selanjutnya adalah host Id, kelas A meiliki network Id dari 0 sampai 127.
KELAS B , pada kelas B 16 bit pertama adalah network Id, dan 16 bit selanjutnya adalah host Id, kelas B memiliki network id dari 128 sampai 191.
Subneting
Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini di tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA .
Netmask/Subnetmask Untuk pengelompokan pengalamatan, selain nomor IP dikenal juga netmask atau subnetmask. Yang besarnya sama dengan nomor IP yaitu 32 bit. Ada tiga pengelompokan besar subnet mask yaitu dengan dikenal, yaitu 255.0.0.0 , 255.255.0.0 dan 255.0.0.0. Pada dunia jaringan, subnetmask tersebut dikelompokkan yang disebut class dikenal tiga class yaitu :
1. Class A, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.0.0.0
2. Class B, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.0.0
3. Class C, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.255.0
Gabungan antara IP dan Netmask inilah pengalamatan komputer dipakai. Kedua hal ini tidak bisa lepas. Jadi penulisan biasanya sbb :
NIP: 202.95.151.129
Netmask : 255.255.255.0
Suatu nomor IP kita dengan nomor IP tetangga dianggap satu kelompok (satu jaringan) bila IP dan Netmask kita dikonversi jadi biner dan diANDkan, begitu juga nomor IP tetangga dan Netmask dikonversi jadi biner dan diANDkan, jika kedua hasilnya sama maka satu jaringan. Dan kita bisa berhubungan secara langsung.
CLOUD COMPUTING
Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud [6]
(http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan)
Jika diartikan Cloud Computing adalah komputer awan. Seperti yang ada di Wikipedia bahwa cloud computing itu adalah gabungan dari pemanfaatan teknologi (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Cloud computing merupakan sebuah metode komputasi dimana kemampuan TI disediakan sebagai layanan berbasis internet.
Salah satu pemanfaatan komputasi awan adalah software office yang bisa kita gunakan sehari-hari yaitu pengolah kata dan pengolah data. Layanan komputasi awan tersebut telah di sediakan oleh penyedia jasa komputasi awan, salah satunya adalah Zoho.com
Cloud computing mempunyai 3 tingkatan layanan yang diberikan kepada pengguna, yaitu:
Infrastructure as service, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage & network. Contohnya seperti Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.
Platform as a service, hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini seorang developer tidak perlu memikirkan hardware dan tetap fokus pada pembuatan aplikasi tanpa harus mengkhawatirkan sistem operasi, infrastructure scaling, load balancing dan lain-lain. Contohnya yang sudah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure Investment
Software as a service: Hal ini memfokuskan pada aplikasi dengan Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. Contohnya adalah Google Apps , SalesForm.com dan aplikasi jejaring sosial seperti Facebook.
Kelebihan Cloud Computing
Menghemat biaya investasi awal untuk pembelian sumber daya.
Bisa menghemat waktu sehingga perusahaan bisa langsung fokus ke profit dan berkembang dengan cepat.
Membuat operasional dan manajemen lebih mudah karena sistem pribadi/perusahaan yang tersambung dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
Menjadikan kolaborasi yang terpercaya dan lebih ramping.
Mengehemat biaya operasional pada saat realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem informasi yang dibangun.
Kekurangan Cloud Computing
Komputer akan menjadi lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban. Dan juga perusahaan yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan cloud computing. Jika server vendor rusak atau punya layanan backup yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.
STATIC ROUTING
Routing
Routing (perutean) merupakan cara bagaimana suatu trafik atau lalu lintas dalam jaringan dapat menentukan lokasi tujuan dan cara tercepat menuju ke tujuan tersebut sesuai dengan alamat IP yang diberikan.
Perutean dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: static route dan dynamic route. Penggunaan default gateway dan static route dapat disesuaikan dengan kebutuhan pada saat mendesain suatu jaringan, apakah route yang dibuat bersifat kompleks atau sederhana. Untuk desain route sederhana, kemungkinan besar dapat digunakan dengan menggunakan default gateway. Tetapi seandainya kondisi jaringan sudah begitu kompleks, dapat kita gunakan routing static atau kombinasi dengan menggunakan default gateway dan static route pada titik-titik tertentu.
Definisi Static Router
STATIC ROUTER adalah suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table (tabe; routing) dengan konfigurasi manual. Static router (yang menggunakan solusi static route) haruslah dikonfigurasi secara manual dan di-maintain secara terpisah karena tidak melakukan pertukaran informasi routing table secara dinamis dengan router-router lainnya.
Suatu static route akan berfungsi sempurna jika routing table berisi suatu route untuk setiap jaringan di dalam internetwork yang mana dikonfigurasi secara manual oleh administrator jaringan. Setiap host pada jaringan harus dikonfigurasi untuk mengarah kepada default route atau default gateway agar cocok dengan IP address dari interface local router, di mana router memeriksa routing table dan menentukan route yang mana digunakan untuk meneruskan paket.
Static route terdiri dari perintah-perintah konfigurasi sendiri-sendiri untuk setiap route kepada router. Sebuah router hanya akan meneruskan paket kepada subnet-subnet yang hanya ada pada routing table. Sebuah router selalu mengetahui route yang bersentuhan langsung kepadanya keluar dari interface router yang mempunyai status “up and up” pada line interface dan protokolnya. Dengan menambahkan static route, sebuah router dapat diberitahukan ke mana harus meneruskan paket-paket kepada subnet-subnet yang tidak bersentuhan langsung kepadanya.
Router tabelnya diset manual dan disimpan dalam router. Seorang administrator harus meng-update route static ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork). Oleh karena itu routing static biasanya digunakan untuk membangun jaringan yang berskala kecil.
Tabel Routing
Tabel routing (routing table) terdiri atas entri-entri rute dan setiap entri rute terdiri dari IP Address. Berikut adalah field dari tabel routing IPv4.
1. Destination
Dapat berupa alamat IPv4 atau prefix alamat IPv4. Dalam Windows, kolom ini dinamakan Network Destination dalam display perintah route print.
2. Network Mask
Subnet mask digunakan untuk menyesuaikan tujuan alamat IPv4 dari nilai paket yang dikirim dari field destination. Pada windows, kolom ini dinamakan Netmask.
3. Next-Hop
Alamat IPv4 yang dilewati. Pada tabel router di Windows, kolom ini dinamakan Gateway.
4. Interface
Interface jaringan yang digunakan untuk mengirim kembali paket IPv4. Dalam Windows, kolom ini berisi alamat IPv4 yang ditugaskan sebagai interface.
5. Metric
Merupakan angka yang digunakan sebagai indikasi penggunaan route sehingga menjadi route yang terbaik di antara banyak route dengan tujuan yang sama bisa dipilih. Metric dapat menunjuk pada banyak links di jalan ke tujuan atau rute yang diinginkan untuk digunakan, tergantung banyak link.
Cara Kerja Routing Static
Cara kerja static routing dapat dibagi menjadi 3 bagian:
1. Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router
2. Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing
3. Routing static digunakan untuk melewatkan paket data
Keuntungan Static Route
Static route lebih aman dibanding dynamic route
Static route kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof paket dynamic routing
protocols dengan maksud melakukan konfigurasi router untuk tujuan membajak
traffic.
Meringankan kerja prosesor yang ada pada router
Tidak ada Bw yang digunakan untuk pertukaran informasi isi tabel routing antar router.
2. Kerugian
Administrasinya adalah cukup rumit dibanding dynamic routing, khususnya
jika terdiri dari banyak router yang perlu dikonfigurasi secara manual.
Rentan terhadap kesalahan saat entri data static route dengan cara manual.
Jika terhadap penambahan atau perubahan topologi jaringan admin harus mengubah isi tabel routing.
Tidak cocok untuk jaringan yang besar.
- dengan menggunakan next hop
( + ) dapat mencegah trjadinya eror dalam meneruskan paket ke router tujuan apabila router yang akan meneruskan paket memiliki link yang terhubung dengan banyak router.itu disebabkan karena router telah mengetahui next hop, yaitu ip address router tujuan
( – ) static routing yang menggunakan next hop akan mengalami multiple lookup atau lookup yg berulang. lookup yg pertama yang akan dilakukan adalah mencari network tujuan,setelah itu akan kembali melakukan proses lookup untuk mencari interface mana yang digunakan untuk menjangkau next hopnya.
- dengan menggunakan exit interface
( + ) proses lookup hanya akan terjadi satu kali saja ( single lookup ) karena router akan langsung meneruskan paket ke network tujuan melalui interface yang sesuai pada routing table
( – ) kemungkinan akan terjadi eror keteka meneruskan paket. jika link router terhubung dengan banyak router, maka router tidak bisa memutuskan router mana tujuanya karena tidak adanya next hop pada tabel routing. karena itulah, akan terjadi eror.
(http://muhamadazim111012074.blogspot.com/2013/01/static-routing.html)
BAB III
Persiapan
Persiapan pertama pada pembuatan laporan ini, langkah pertama kami survei terlebih dahulu tempat-tempat yang akan di jadikan sebagai denah pembuatan Grand Design Network at SMKN Rajapolah (rancang bangun WAN) ,dalam survei ini kami memerhatikan dan mencatat tata letak atau penempatan hardware-hardware dan kabel-kabel yang terhubung ke setiap ruangan sekolah. Setelah itu kami langsung membuat skema denah yang telah kami survei dan berikut di bawah ini adalah hasil skema denah yang telah kami buat :
Kemudian setelah membuat skema denah, kami langsung mengkonfigurasi jaringan WAN yang akan kami buat dan berikut adalah langkah-langkah nya :
Setting server
Hubungkan server dengan router menggunakan kabel straight
Beri Ip address pada server dengan cara pilih server, kemudian klik tab desktop -> Ip Configuration. Berikan ip address 10.10.10.1 netmask 255.255.255.0 gateway 10.10.10.10 dan DNS server 10.10.10.1
Konfigurasi HTML pada Server
Konfigurasi Dns pada server
Setting router ISP
Penggunaan kabel:
Hubungkan cloud kepada router client menggunakan kabel “phone” pada port modem, & hubungkan cloud kepada router isp menggunakan kabel “straight” pada port eth6
Masukkan terlebihdahulu port “NM-ESW-161” pada physical, selanjutnya Buka router isp>cli>ketikkan:
Int fa0/0
Ip add 11.11.11.11 255.255.255.0
No cdp enable
Exit
Hostname ISP
Int vlan10
Ip add 10.10.10.10 255.255.255.0
Do sh ip int brief
Int range fa1/0 – 15
Switchport access vlan10
No shut
End
Int range fa1/0 – 15
Spanning-tree portfast
End
Ip dhcp pool Internet_Users
Network 11.11.11.0 255.255.255.0
Default-router 11.11.11.11
Dns-server 10.10.10.10.2
Exit
Ip dhcp excluded-address 11.11.11.11
Setting Router TKJ
Tambahkan dulu port “NW1C-4ESW” pada router, kemudian Hubungkan router TKJ dengan modem pada port fa0/0 & router tkj dengan switch pada port fa0/1/1
Konfigurasi ip
Buka router tkj>cli>ketikkan:
En
Conf t
Int fa0/0
Ip add dhcp
No shut
Ex
Hostname router_tkj
Int vlan20
Ip add 192.168.1.1 255.255.255.0
Int range fa0/1/1 – 3
Switchport access vlan20
Spanning-tree portfast
No shut
Ip dhcp pool Users
Network 192.168.1.0 255.255.255.0
Default-router 192.168.1.1
Dns-server 10.10.10.2
Ex
Ip dhcp excluded-address 192.168.1.1
Konfigurasi Router KANTOR
Tambahkan dulu port “NW1C-4ESW”, kemudian Hubungkan router kantor dengan modem pada port fa0/0 & router kantor dengan switch oada port fa0/1/1
Konfigurasi ip
Buka router tkj>cli>ketikkan:
En
Conf t
Int fa0/0
Ip add dhcp
No shut
Ex
Hostname router_kantor
Int vlan20
Ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
Int range fa0/1/1 – 3
Switchport access vlan60
Spanning-tree portfast
No shut
Ip dhcp pool Users
Network 192.168.2.0 255.255.255.0
Default-router 192.168.2.1
Dns-server 10.10.10.2
Ex
Ip dhcp excluded-address 192.168.2.1
Pemberian ip pada client
Kita rubah seluruh alamat pc & laptop menjadi dhcp, dengan cara:
Konfigurasi routing pada tiap router
Router ISP :
Router TKJ :
Router Kantor:
Hasil ping dari PC
Hasil ping
Hasil ping
Hasil ping
Hasil membuka webserver dari client, dengan memanggil “www.smknrjp.sch.id”
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Jaringan smkn rajapolah telah kita design menggunakan topologi jaringan tree & juga routing static. Bahkan kita menempatkan beberapa pemancar jaringan internet dibeberapa lokasi untuk memudahkan siswa dalam mencari informasi.
Saran
Apabila kita menggunakan topologi & juga routing static, alangkah baiknya mengkonfigurasi dengan teliti. Dan juga menempatkan hardware pada lokasi yang memang strategis.
DAFTAR PUSTAKA
Soerya, repository. 2008. Topologi Jaringan. Diakses dari http://soerya.surabaya.go.id/AuP/e-DU.KONTEN/edukasi.net/SMP/TIK/Topologi%20Jaringan/materi1.html
Yaqin, Si. 2012.Protokol pada Machintosh:Protokol pada Beberapa Sistem Operasi. Diakses dari http://cyberyaqin.blogspot.com/2012/01/protokol-pada-beberapa-sistem-operasi.html
